3 hari berlalu begitu cepat, tanpa terasa malam ini saya kembali ke Jakarta setelah menikmati keramahan kota Yogjakarta. Satu pelajaran berharga dari kota ini adalah ketulusan, saya bertemu dengan banyak orang yang begitu ringan membantu orang lain tanpa pamrih, begitu ramah dan bersahaja selalu menyapa dengan senyuman. Saya menemukan frame yang indah untuk mind saya. Jauh dari hiruk pikuk kemacetan, tidak terdengar bunyi suara klakson yang saling bersahutan. Tidak ada bentakan, suara keras dan kata-kata kasar disana yang ada tutur kata nan lembut dan santun..
Disini Auditory saya dijernihkan. Hamparan sawah yang luas, pegunungan yang indah. Begitu menyejukkan mata disepanjang perjalanan menuju Goa Pindul. Visual saya menjadi terang dan penuh warna. Ditambah lagi makanan khas yang nikmat begitu melekat di lidah terasa sayang utk segera ditelan. Gustatory saya begitu dimanjakan. Ketika membuka pintu diterpa oleh udara segar di pagi hari dengan aroma garden yang semerbak . Olfactory saya terasa begitu segar. Lengkap sudah sensasi keindahan di kota ini baik secara visual, auditory, kinestetik, olfactory dan gustatory.
Teringat pertanyaan Tuhan dalam kitab suciNya "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rahman)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar